Yuk Belajar Investasi, Ini Dia Perbedaan Saham dan Obligasi yang Perlu Anda Ketahui

Investasi sekarang ini bukan hanya dilakukan oleh mereka yang punya banyak uang saja, namun sudah menjadi kebutuhan bagi siapa saja yang memiliki pengetahuan lebih baik di bidang keuangan. Dengan berinvestasi Anda memiliki simpanan yang nilainya bisa bertambah di kemudian hari dengan harapan tidak tersalip oleh nilai inflasi. Tabungan biasa, hanya menerapkan bunga yang sangat rendah, belum lagi ada banyak biaya yang perlu dikeluarkan setiap bulannya. Bukannya bertambah malah tabungan Anda bisa selalu berkurang. Lain halnya dengan investasi dimana ada kesempatan uang menjadi lebih besar seiring dengan lamanya Anda menabung di dalamnya. Ada beberapa jenis investasi yang bisa dilakukan antara lain adalah saham dan obligasi. Masih bingung cara memilihnya? Untuk itu ketahui perbedaan saham dan obligasi berikut ini agar bisa memilih dengan bijaksana.

Ada perbedaan besar yang bisa langsung membuat Anda mengerti arti saham dan obligasi. Saham merupakan surat kepemilikan sebuah perusahaan. Jika sebuah perusahaan mengeluarkan saham atau memperjualbelikan sahamnya, berarti perusahaan tersebut terbuka untuk umum. Anda bisa memiliki sebagian saham dengan membelinya sesuai kemampuan. Dengan begitu Anda ikut memiliki perusahaan sesuai dengan jumlah saham yang Anda beli. Karena ikut memiliki berarti Anda juga ikut mendapatkan keuntungan jika perusahaan Anda mengalami laba. Keuntungan akan diambil dari laba bersih perusahaan. Namun sebaliknya, jika ternyata perusahaan mengalami kerugian, sebagai pemilik, Anda juga akan mengalami kerugian karena nilai saham yang dimiliki akan ikut turun.

Sedangkan untuk obligasi, artinya adalah surat hutang. Jika perusahaan menerbitkan obligasi berarti perusahaan tersebut mengeluarkan surat hutang. Anda yang membeli obligasi berarti memberikan pinjaman pada sebuah perusahaan. Keuntungan dihitung dari pokok pinjaman dan bunga pinjaman. Dalam hal ini obligasi seperti hutang sehingga resiko kerugian Anda semakin kecil jika dibandingkan dengan saham. Perusahaan wajib membayar meskipun mengalami kerugian. Namun keuntungannya juga tidak sebesar keuntungan jika Anda memiliki saham perusahaan tersebut.

Secara lebih detail, berikut ini adalah perbedaan saham dan obligasi bagi para calon investor pemula:

  • Saham bisa dikeluarkan oleh perusahaan terbuka, sedangkan obligasi bisa dikeluarkan oleh perusahaan maupun pemerintah.
  • Perhitungan keuntungan saham diperoleh dari keuntungan bersih perusahaan sedangkan obligasi diambil dari pokok hutang dan bunga.
  • Jangka waktu saham tidak terbatas, sedangkan obligasi terbatas sesuai dengan masa jatuh tempo.
  • Pemilik saham memiliki hak suara untuk perusahaan sesuai dengan jumlah saham yang dimiliki, sedangkan pemilik obligasi tidak memiliki hak suara.
  • Resiko investasi untuk saham lebih besar dibandingkan dengan resiko investasi obligasi.
  • Jika perusahaan mengalami kerugian atau bangkrut nilai saham menjadi tidak bernilai atau turun. Sedangkan obligasi tetap menjadi kewajiban yang harus dibayar.

Itulah perbedaan saham dan obligasi yang perlu Anda ketahui sebelum membeli investasi. Namun jika Anda ragu untuk mulai membeli investasi sendiri, Anda bisa mempercayakan investasi melalui manager investasi. Manager investasi yang akan mengatur kemana investasi Anda sesuai dengan pengalaman dan kemungkinan mendapatkan keuntungan. Investasi melalui manager investasi inilah yang disebut dengan investasi Reksadana. Untuk bisa melakukannya dengan baik, Anda perlu memilih manager investasi terpercaya seperti Reksadana BCA. Dengan menitipkan dana investasi ke manager investasi berpengalaman, kemungkinan nilai investasi Anda bertumbuh akan semakin besar jika dibandingkan Anda memilih sendiri mana yang harus dibeli apalagi jika saat ini Anda masih sebagai pemula di dunia investasi.